Arsip "Puisi"
Bocah Perempuan Lusuh
Diposting oleh rulam Tanggal: April 28th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 126 kali |
BOCAH PEREMPUAN LUSUH
Buah karya : Moh. Takdir
MEMANGGUL BONGKAHAN HARI DEPAN
EMBUN DIPELUPUK MATA BERAT DAN SAYU
TERBASUH AIR YANG KERUH
BOCAH PEREMPUAN LUSUH
MEMANGGUL BONGKAHAN HARI DEPAN
DENGAN KAKI TELANJANG TERTATIH MENELUSURI
KERIKIL DAN BEBATUAN TAJAM
DUDUK LESU DI ATAS BUMI
PENUH MIMPI YANG TERGANTUNG
BERSAMA AWAN HITAM YANG TEBAL
BOCAH PEREMPUAN LUSUH
MEMANGGUL BONGKAHAN HARI DEPAN
TANPA SETETES AIR MATA...
Air Mata Ibuku
Diposting oleh rulam Tanggal: April 28th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 161 kali |
Air Mata Ibuku
Karya Moh. Takdir
Aku Adalah Anak Ibuku
Aku Bersaksi,.. Bahwa Tak Akan Aku Terlahir Tanpa Air Mata Ibuku
Aku Adalah Buah Hati Ibuku
Aku Berjanji,… Bahwa Tak Akan Berhenti Aku Mengabdi Pada Ibuku
Wahai Engkau Yang Gila Kehormatan,…
Wahai Engkau Yang Haus Kekuasaan,…
Apakah Kehormatan Dan Kekuasaanmu Itu
Lebih Mulia Dari Air Mata Ibuku..?
Tidak,.! Sungguh Tiada Bandingan Air Mata Ibuku
Karena Setetes Air Mata...
Bagi Kasih Tautan Hati
Diposting oleh rulam Tanggal: April 6th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 257 kali |
Bagi Kasih Tautan Hati
Ku bacakan mantra kudus bagi kasih tautan hati
Nun …di buana seberang kini tempatmu
Kugenggam sosok bayang elok di pelupuk mata
Agar tangis tak lagi tetes menetes
Ku khusukkan semedi suci bagi kasih tautan hati
Nun … di tasik kencana tempatmu berbasuh
Kurasakan tiupan gaibmu di tingkap jorong anak telinga
Bisikan itu mana kini …? Rinduku semakin teragak
Ku tabur kembang tujuh taman bagi kasih tautan hati
Nun … di tepi rebat tempatmu berenung
...
Bait Rindu
Diposting oleh rulam Tanggal: April 6th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 231 kali |
Bait Rindu
Rinduku….
Menghimpit dadaku
Menyesakkan pembuluh darahku
menggetarkan sluruh nadiku
cinta yang sangat tak ku mengerti
cinta pada banyangan semu
pada hal yang tak pasti
pada sosok yang tak ku pahami
aku lelah, bosan,dan ingin pergi
tapi aku tak mampu
karena aku masih menyimpan rindu
rindu yang tak ku mengerti.
(Buah Karya Asrul Rahmawati)
---...
Surat dari Kampung
Diposting oleh rulam Tanggal: April 6th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 224 kali |
Surat dari Kampung
Rebutlah matahari yang tergelincir
di bawah bayang bayang daun yang menguning
isyaratkan kepadamu wahai “generasi..”,
kibarkan bendera…bendera bundamu..!
Rengkuhlah hatimu yang kerontang
di bawah naungan tangan tangan rimba raya
takdirkan kepadamu tentang “perjuangan..”
segenggam tanah haruslah dipertahankan
sebenarnya engkau adalah kaum pembela
sebiru samudera yang menggelegar di cakrawala
tanamlah kerinduan tentang kedamaian
singkirkan dari...
Isyarat Cinta
Diposting oleh rulam Tanggal: April 5th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 276 kali |
Isyarat Cinta
ketika bibit cinta mulai tumbuh
di taman asmara yang indah nan mempesona
ketika sang mentari terbangun dari tidurnya
melangkah pelan sinari alam semesta
semerbak bunga mulai menebar
masuk menembus ruang sukmaku
tatapku mulai tak menentu
terbayang puteri turun dari kahyangan
duduk bersimpuh di bumi jiwaku
adakah itu sebuah pertanda
bibit cinta mulai tumbuh nan berkembang
dalam relung jiwaku yang paling dalam
oh kasih, berilah aku isyarat
sehingga...
Cinta Sejati
Diposting oleh rulam Tanggal: April 5th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 366 kali |
Cinta Sejati
Kujalani hidup mengaruhi samudra
Mengayuh dayung menjalankan bahtera
Mencari penawar rasa di hati
Mencari makna cinta sejati
Kini ku tahu makna cinta
Cinta bukanlah sekedar rasa
Cinta bukanlah sekedar tutur kata
Dan cinta, bukan sekedar pengorbanan raga
Jika cinta sekedar rasa
Pasti hati kan tersiksa
Jika cinta sekedar ucapan
Manusia pasti dalam kebinasaan
Jika cinta sekedar pengorbanan
Tiada jiwa ini merasa aman
Cinta sejati adalah perasaan
Terungkap dengan...
Bingkai-bingkai Teriak
Diposting oleh rulam Tanggal: April 5th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 217 kali |
Bingkai-bingkai Teriak
di ujung hari dia berdiri di tebing gamang hati
buka suara, berontak dari bungkam etika
mengalir ikuti naluri yang ingin teriak!!
“akhirnya aku terima apa yang kau mau
atas entah apa yang kau nilai
atas entah apa yang kau istilahkan
putuskan urat tawamu bila ini memang leluconmu
terus mengangalah bila ini memang kelakarmu
namun kau harus tetap tau
bahwa kau tak pernah kenal aku
kau tak berhasil menyentuh sisiku
yang kau lihat cuma sampulku
kau...
Rasa Ini tak Berbatas
Diposting oleh rulam Tanggal: April 5th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 238 kali |
Rasa Ini tak Berbatas
telah selaksa kita bicara,
dengan kata, dengan hati
tak sekata kau mengerti,
kau setujui
malah kau kata “sudah !”
lantas apa yg harus kusudahi?
tidakkah artinya kita tak sejalan sedari tadi?
sepagi tadi?
aku pernah nanar,
tergenang,
tergores,
aku juga masih berbatas hingga kini.
bahkan sampai memohon,
‘tuk tak menghukum selama ini..
aku pernah hampir mau mengalah,
menggenggam api!!
menelan geramku sendiri
menelan api...
Puisi-puisi Risman Rahman
Diposting oleh rulam Tanggal: March 28th, 2012 | Kategori: Puisi | Artikel ini telah dibaca 258 kali |
Pinjam pelurumu, bung
Ku oles dulu gincu warna pink
Dan ku ikat pita pink
Agar langsingnya mirip banci berdiri di pinggir jalan
Peluru (II)
Ada berapa lagi sisa pelurumu?
Masih banyak kah?
Sudah sedikitkah?
Boleh kupinjam satu?
Jangan tanya dulu untuk apa ya?
Kamu berdiri di depanku ya?
Aku arahkan senapan ini padamu ya?
Mengapa, kau takut ya?
Rupanya hatimu gelisah juga ya?
Peluru (III)
Malu hatiku padamu
Yang pulang karena ajal peluru
Itu mungkin takdirmu
Tapi...

