Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Badan Informasi Geospasial atau BIG menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat pengembangan keilmuan di masing-masing institusi.
Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi mengatakan, kerja sama dengan BIG sangat bernilai strategis dan memberikan manfaat besar bagi ULM dan masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan secara umum.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan BIG menggandeng ULM dalam hal pemanfaatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait informasi geospasial,” ujarnya usai penandatangan kerja sama di Ruang Rapat Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama Kantor BIG di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Sutarto mengungkapkan, kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari kesepakatan pada lima tahun lalu. Dimana ULM salah satu perguruan tinggi negeri yang digandeng BIG membangun Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS).
Selama ini, ungkap Rektor, adanya server yang diberikan BIG banyak dimanfaatkan mahasiswa dan dosen untuk membantu pelaksanaan penelitian yang tentunya bisa meningkatkan kualitas hasil penelitian itu sendiri.
“PPIDS berperan cukup banyak dalam melakukan analisis terhadap lahan-lahan kritis dan juga penelitian terkait cadangan karbon, terutama di daerah aliran sungai Amandit dan Barito,” paparnya.
Kemudian pemetaan terhadap lahan di berbagai wilayah di Kalsel, termasuk pemetaan perkotaan dan juga memberikan pelatihan bagi staf dan pegawai Pemerintah Kabupaten untuk mempelajari bagaimana membuat simpul jaringan data spasial, sehingga semakin akurat.
Menurut Sutarto, pemetaan batas wilayah penting. Misalnya konsesi kepemilikan lahan tambang agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Jika pemetaan sudah clear, kita bisa mempercepat gerak maju pembangunan. Jadi intinya, negara kita sangat besar, BIG tidak bisa bekerja sendiri dan perguruan tinggi termasuk ULM bisa menjadi kepanjangan tangan tugas BIG di daerah yang pastinya membutuhkan data akurat soal peta atau kondisi suatu wilayah dan segala macam hal terkait di dalamnya,” tandas Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia itu.
Sementara Kepala Badan Informasi Geospasial Prof Dr Hasanuddin Z Abidin sangat berharap banyak kepada ULM yang memiliki peran besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan Pulau Kalimantan, khususnya yang terkait Geospasial.
“Jadi sekarang tidak ada program pembangunan yang akan disetujui oleh Bapenas kalau tidak melengkapi dengan petanya. Sekarang kalau BIG bekerja sendiri memetakan seluruh potensi Indonesia susah, kita perlu bantuan daerah untuk semua harus bergerak yang pastinya dibantu perguruan tinggi,” pungkasnya.