• Home
  • Kirim Puisi
  • Kontak
  • Pasang Iklan?
  • Profil
  • Mail
Alamat Lembaga Pendidikan
  • kb.tk.sd.sltp.slta.pt.kursus. pesantren
DIKLAT & PENELITIAN
  • Dosen & Matakuliah
  • Diklat
  • Metodologi Penelitian
  • Penelitian Tindakan Kelas
  • Penelitian Tindakan Sekolah
  • Pengelolaan Kelas
  • Bimbingan Belajar
KARYA TULIS
  • Cara Kirim Karya Tulis
  • Definisi dan Teori
  • Jurnal Online
  • Bacaan Anak
  • Gambar Karya Murid
  • Skripsi
  • Tesis
  • Disertasi
  • Cerita Pendek
  • Puisi
  • Makalah Akhwal Syahsiah
  • Makalah Administrasi
  • Makalah Bahasa Arab
  • Makalah Bahasa Indonesia
  • Makalah Bahasa Inggris
  • Makalah Bimbingan&Konseling
  • Makalah Biologi
  • Makalah Ekonomi
  • Makalah Farmasi
  • Makalah Filsafat
  • Makalah Fisika
  • Makalah Fisipol
  • Makalah Hadist
  • Makalah Hukum
  • Makalah Kimia
  • Makalah Komunikasi
  • Makalah Kebidanan
  • Makalah Kedokteran
  • Makalah Kesehatan
  • Makalah Matematika
  • Makalah MIPA
  • Makalah Pendidikan Islam
  • Makalah Pertanian
  • Makalah Peternakan
  • Makalah Pendidikan Nonformal
  • Makalah PKN
  • Makalah Profesi Keguruan
  • Makalah Psikologi
  • Makalah Quran
  • Makalah Teknik
  • Makalah Teknologi Pendidikan
ARSIP DATA
  • Regional
  • Nasional
  • International
  • Beasiswa
  • Video
  • Artikel
  • Al-Islam
  • Direktori Doktor
  • Direktori Guru Besar
  • Dunia Unik
  • Humor
  • Info Pendidikan Jatim
  • Iptek
  • Kesehatan
  • T o k o h
  • Makam
  • Masjid
  • Lomba/Olimpiade
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pengumuman
  • Prestasi
  • Seminar/Simposium
  • Wirausaha
INFO PENDIDIKAN DAERAH
  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah
  • Jawa Barat
  • NTB & NTT
  • Sulawesi & Sumatera
STATISTIK COUNTER
LINKS
  • BAN Perguruan Tinggi
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Ditjen Pendidikan Menengah
  • Ditjen Pendidikan Tinggi
  • Kemdikbud
  • Komite Akreditasi Nasional
  • Kopertis Wilayah II
  • Kopertis Wilayah III
  • Kopertis Wilayah V
  • Kopertis Wilayah VI
  • Kopertis Wilayah VII
  • No. Pokok Sekolah Nasional
  • Paud Nonformal & Informal
  • Sertifikasi Guru
  • www.kompasberita.com
  • www.puisinet.com

Tugas 008: Pengantar Pendidikan (Matematika Semester I A&B)

Diposting oleh rulam Tanggal: 12 January 2011 | Kategori: Arsip Kuliah | Sudah dilihat 46 kali |

  • Tugas 008: Pengantar Pendidikan
  • Dosen: Drs. Rulam Ahmadi, M.Pd.
  • Jurusan: Pendidikan Matematika
  • Semester: I A & B
  • Tanggal: 12 Januari 2011
.
PETUNJUK:
  1. Kerjakan semua soal di bawah.
  2. Kirimkan jawaban Anda via email rulamahmadi@infodiknas.com.
  3. Kerjakan dalam kelompok 2 atau 3 orang

.

Siapa Sudi Mengajar di Daerah Terpencil?
Laporan wartawan KOMPAS Irene Sarwindaningrum
Selasa, 11 Januari 2011 | 17:03 WIB

M.LATIEF/KOMPAS.COM

Sampai saat ini masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang kekurangan pengajar. Sebagian besar guru enggan dikirim ke daerah-daerah terpencil karena kesejahteraan guru yang dinilai belum memadai.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Program mengajar di daerah terpencil yang diluncurkan Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar diminati para lulusan sarjana (S-1). Program ini menawarkan kegiatan mengajar sebagai media pengembangan diri dan memperkaya pengalaman.

Masyarakat setempat belum pernah berkenalan dengan kultur dan budaya di luar budayanya sendiri, sehingga terbentuklah toleransi dan saling memahami satu sama lain.
– Anies Baswedan

Sebanyak 1.383 lulusan S-1 tercatat mendaftarkan diri dalam perekrutan perdana Gerakan Indonesia Mengajar pada 2010 lalu. Jumlah ini melebihi target semula, yaitu sekitar 500 sarjana. Dari semua pelamar, hanya 51 orang yang diambil.

“Dengan persaingan tinggi, mereka yang dikirim ini adalah mahasiswa-mahasiswa berprestasi pada masa kuliahnya,” kata Ketua Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, saat perekrutan Gerakan Indonesia Mengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (11/1/2011).

Para sarjana tersebut dikirim dalam program pengabdian sebagai tenaga pengajar muda di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Beberapa daerah pengiriman tahap pertama di antaranya Muara Basung, Bengkalis dan Bukit Harapan, serta Mamuju. Program ini berlangsung selama setahun.

Di daerah penempatannya, para sarjana itu bertugas mengajar di sekolah dasar serta bergaul dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini hanya bisa diikuti sarjana dengan usia maksimal 25 tahun.

Tahun ini, Gerakan Indonesia Mengajar berencana menambah perekrutan menjadi 200 orang. Sebagian dari mereka akan dikirim ke daerah-daerah perbatasan negara.

Menurut Anies, sampai saat ini masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang kekurangan pengajar. Sebagian besar guru enggan dikirim ke daerah-daerah terpencil karena kesejahteraan guru yang dinilai belum memadai.

Anies mengatakan, Gerakan Indonesia Mengajar dimaksudkan untuk memajukan pendidikan di daerah terpencil yang kekurangan guru tersebut. Dengan mengirim sarjana-sarjana berprestasi tinggi ke daerah-daerah tersebut diharapkan dapat mengisi tenaga pengajar berkualitas di daerah-daerah tersebut.

Selain itu, kata Anies, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk membentuk kepekaan sosial dan mengembangkan jiwa kepemimpinan kepada para peserta. Secara tidak langsung, para pengajar muda itu akan mempelajari kultur dan budaya setempat, serta melihat permasalahan yang ada di daerah. Sebaliknya, masyarakat di daerah terpencil itu juga memperoleh pengetahuan serta berkenalan dengan kultur yang dibawa oleh para pengajar muda.

“Di beberapa tempat yang ditempati, masyarakat setempat belum pernah berkenalan dengan kultur dan budaya di luar budayanya sendiri. Di sana terbentuklah toleransi dan saling memahami satu sama lain,” tutur Anies.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM, Varani Betty Nur Siwi (20), mengaku sangat tertarik mengikuti program pengabdian tersebut. Salah satunya karena kisah-kisah para peserta pengajar muda dinilai inspiratif.

“Saya merasa ada panggilan untuk berbagi ilmu,” ujarnya.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/01/11/17034235/Siapa.Sudi.Mengajar.di.Daerah.Terpencil

.

PERTANYAAN-PERTANYAAN.

.

  1. Mengapa banyak guru tidak mau mengajar di daerah terpencil?
  2. Bagaimana tanggapan Anda terhadap guru-guru yang tidak mau mengajar di daerah terpencil?
  3. Bagi guru di daerah terpencil yang umumnya gajinya rendah, apa yang sebaiknya dilakukan guna meningkatkan kesejahterannya?
  4. Jika Anda diangkat di sebagai guru di kota dengan gaji kecil dan diangkat di daerah terpencil namun gajiĀ  dua kali lipat lebih besar dari gaji di kota, Anda pilih yang mana? Apa alasan Anda?
  5. Umumnya sekolah-sekolah di daerah terpencil lebih rendah mutunya dengan pendidikan di perkotaan. Kemukakan alasan-alasannya.
.

Selamat Bekerja, Semoga Anda Berhasil!

Digg this post Bookmark to delicious Stumble the post Add to your technorati favourite Subscribes to this post
« Pendidikan Nonformal
Tugas 009: Pengantar Pendidikan (Bahasa Inggris) »
Copyright © 2011. infodiknas.com. Kontak info Rulam Ahmadi - rulamahmadi@infodiknas.com - 081333052032 - 03417699996 (flexi)-
Themes Designed by: Elegant WP Themes | Supplied by Web Hosting | ReEdit for Infodiknas.com by Tricks-Collections.Com