- Matakuliah: Pengantar Pendidikan
- Dosen: Drs. Rulam Ahmadi, M.Pd.
- Jurusan: Pendidikan Matematika FKIP UNISMA
- Semester: I A dan IB
- Waktu: Kelas I-A pukul 07.00 s.d. 08.40 – Kelas I-B pukul 08.50 s.d. 10.30
- Laporan dikirim ke e-mail: rulamahmadi@infodiknas.com.
- Cantumkan: nama anggota, jurusan, dan kelas/semester.
.
PETUNJUK:
- Baca teks di bawah dengan seksama.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah berdasarkan pemahaman Anda terhadap teks.
- Buat laporan secara kelompok antara 2 atau 3 orang
Pendidikan dan Pembangunan Ekonomi
Oleh Amich Alhumami
DI antara sekian banyak agenda pembangunan bangsa, pendidikan merupakan salah satu agenda penting dan strategis yang menuntut perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak. Sebab, pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa di masa depan. Jika kita, sebagai bangsa, berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasional dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan di bidang-bidang yang lain. Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi modal manusia (human investment), yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa.
Bangsa-bangsa maju di dunia pasti ditopang oleh SDM berkualitas, sehingga memiliki keunggulan hampir di semua bidang, termasuk ekonomi. Menurut sejumlah ahli, krisis ekonomi yang demikian dahsyat yang melanda Indonesia, selain disebabkan oleh faktor-faktor teknis ekonomi, juga dikarenakan terbatasnya SDM yang kita miliki. Padahal SDM yang berkualitas merupakan unsur penting dalam membangun daya tahan (ekonomi) bangsa. Krisis akut sekarang ini seolah menegaskan dan semakin meyakinkan kita, betapa faktor SDM itu amat vital. Pendidikan merupakan salah satu elemen paling penting dalam SDM.
Terlebih lagi memasuki abad ke-21 yang ditandai oleh proses globalisasi, dengan persaingan yang sangat ketat, maka bangsa Indonesia dituntut untuk menyiapkan SDM berkualitas yang memiliki keunggulan kompetitif. Semua itu hanya bisa diperoleh melalui pendidikan yang bermutu. Dengan demikian, pendidikan yang baik dan bermutu merupakan conditio sine quanon bagi upaya memenangkan kompetisi global.
Dalam teori pembangunan konvensional, masalah SDM belum mendapat perhatian secara proporsional. Teori ini masih meyakini bahwa sumber pertumbuhan ekonomi itu terletak pada konsentrasi modal fisik (physical capital) yang diinvestasikan dalam suatu proses produksi seperti pabrik dan alat-alat produksi. Modal fisik termasuk pula pembangunan infrastruktur seperti transportasi, komunikasi, dan irigasi untuk mempermudah proses transaksi ekonomi. Namun, belakangan terjadi pergeseran teori pembangunan, bahwa yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi justru faktor modal manusia (human capital) yang bertumpu pada pendidikan. Pendidikan mempunyai nilai ekonomi yang demikian tinggi, sampai-sampai MJ Bowman (1996) menyebut the human investment revolution in economic thought.
Pergeseran teori ini terjadi bersamaan dengan pergeseran paradigma pembangunan, yang semula bertumpu pada kekuatan sumber daya alam (natural resource based), kemudian berubah menjadi bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia (human resource based) atau lazim pula disebut knowledge based economy. Pergeseran paradigma ini makin menegaskan, betapa aspek SDM bernilai sangat strategis dalam pembangunan.
Dalam teori pembangunan kontemporer dikemukakan, bahwa pendidikan mempunyai keterkaitan yang amat erat dengan pembangunan ekonomi; ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Karena itu, investasi di bidang pembangunan SDM bernilai sangat strategis dalam jangka panjang, sebab ia memberikan kontribusi yang amat besar terhadap kemajuan pembangunan, termasuk untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
***
PENEGASAN tentang pendidikan dapat memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi itu berdasarkan asumsi, bahwa pendidikan akan melahirkan tenaga kerja yang produktif, karena memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai. Tenaga kerja terdidik dengan kualitas yang memadai merupakan faktor determinan bagi peningkatan kapasitas produksi, sehingga memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi. Jadi nilai ekonomi pendidikan itu terletak pada sumbangannya dalam menyediakan atau memasok tenaga-tenaga kerja terdidik, terampil, berpengetahuan, dan berkompetensi tinggi sehingga lebih produktif. Lebih dari itu, pendidikan dapat mengembangkan visi dan wawasan tentang kehidupan yang maju di masa depan, serta menanamkan sikap mental dan etos kerja tinggi. Kedua hal tersebut, secara psikologis, akan melahirkan energi yang dapat mendorong dan menggerakkan kerja-kerja produktif untuk mencapai kemajuan di masa depan.
Tenaga kerja terdidik akan berpengaruh lebih signifikan lagi bila disertai penguasaan teknologi, untuk mencapai apa yang disebut dengan keunggulan kompetitif (competitive advantage). Penguasaan teknologi ini sangat penting, karena bisa mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi. Penguasaan teknologi itu dimungkinkan bilamana persyaratan modal manusia yang andal telah dipenuhi. Jadi, antara modal manusia dengan teknologi harus ada persenyawaan, agar menciptakan kekuatan sinergis sehingga bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
Teknologi memainkan peranan sangat penting dan determinan. Faktor teknologi menjadi sesuatu yang bersifat imperatif. Sebab, selain perdagangan, teknologi merupakan kekuatan utama yang menggerakkan globalisasi ekonomi. Jika suatu negara berhasil menguasai teknologi dengan baik, maka negara tersebut berkemungkinan besar untuk bisa mengalami lompatan ekonomi yang dahsyat. Dalam hal ini, teknologi menjadi instrumen bagi berlangsungnya proses transformasi struktural di bidang ekonomi. Perubahan lingkungan strategis akibat adanya globalisasi, makin mendorong proses transformasi ekonomi secara amat mendasar, yang bertumpu pada tiga kekuatan utama: industri, perdagangan, dan jasa.
.
Pertanyaan:
.
- Dalam teks di atas diketengahkan bahwa pendidikan menjadi faktor penentu dalam pembangunan bangsa. Jelaskan apa yang dimaksud pernyataan tersebut!
- Memasuki abad ke-21 yang dikenal dengan era globalisasi, pendidikan semakin memainkan peranan penting. Apa pentingnya pendidikan pada era globalisasi tersebut?
- Teori pembangunan konvensional dipandang sudah tidak relevan diterapkan jaman sekarang. Apa pandangan teori pembangunan konvensional tentang pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi? Jelaskan!
- Apa pandangan teori pembangunan modern tentang pertumbuhan ekonomi?
- Jelaskan apa hubungan pendidikan dan penguasaan tekologi?

