www.infodiknas.com
.
Senin, 1 November 2010 – 17:06 WIB

MASA anak-anak yang penuh dengan tekanan dan cenderung menyebabkan stres kemungkinan dapat mempercepat usia kematian seseorang, demikian yang dikemukakan para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Diantara orang-orang yang dilaporkan memiliki setidaknya 6-8 pengalaman buruk yang berbeda, mulai dari kekerasan verbal hingga tinggal serumah dengan seseorang yang menderita penyakit mental, rata-rata meninggal diusia 61 tahun.
Ini berbanding dengan mereka yang tidak memiliki trauma masa kecil. Rata-rata mereka meninggal di usia 79 tahun.
Dr. David W. Brown dan Dr. Robert Anda dari CDC beserta rekan-rekan lainnya dari CDC and Kaiser Permanente, melakukan penelitian selama 2 tahun terhadap 17,337 laki-laki dan perempuan yang mengunjungi pusat kesehatan.
Tim peneliti kemudian menginvestigasi keterkaitan antara pengalaman buruk di masa anak-anak dengan kesehatan.
Masing-masing partisipan diberikan pertanyaan apakah pernah mengalami pengalaman buruk di masa kecilnya, berdasarkan 8 kategori yang diberikan, seperti kekerasan verbal, kekerasan fisik, pelecehan seksual dengan kontak fisik, memiliki seorang ibu yang sering memukul, seseorang yang suka melecehkan di rumah, anggota keluarga yang menderita sakit secara mental, atau orang tua yang bercerai.
Pada analisa ini, tim peneliti menelaah tingkat kematian untuk menyelidiki apakah pengalaman ini mungkin juga berhubungan dengan angka kematian. Hasilnya, selama masa penelitian berlangsung, sekitar 1.539 partisipan meninggal dunia.
Dari hasil penelitian yang dikutip conectique.com itu, diketahui sebanyak 69 persen partisipan di bawah usia 65 tahun dilaporkan setidaknya mengalami satu pengalaman buruk di masa anak-anak, sementara sekitar 53 persen partisipan berusia 65 tahun lebih juga mengalaminya.
Mereka yang mengalami 6 pengalaman buruk atau lebih, 1.5 kali lebih cepat meninggal saat penelitian berlangsung dibanding dengan mereka yang tidak memiliki trauma sama sekali.
Pengalaman masa kecil yag buruk juga menyebabkan partisipan 1.7 kali lebih cepat meninggal di usia 75 tahun atau lebih muda dan 2.4 kali berisiko meninggal sebelum usia mereka mencapai 65 tahun.
Sejauh ini tim peneliti menyimpulkan, adanya keterkaitan antara tekanan atau stres yang dialami saat usia anak-anak dengan penyakit jantung, penyakit paru-paru, liver dan kondisi keshatan lainnya.
Menurut tim peneliti, ada sejumlah trauma masa anak-anak yang ikut berkontribusi pada kesehatan. Stres pada anak-anak dapat berdampak pada perkembangan otak, sehingga individu dengan pengalaman buruk cenderung menderita depresi dan kecemasan yang berlebihan.
Mereka juga memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok yang akhirnya merusak kesehatan. (dms)
Sumber: http://www.poskota.co.id/gaya-hidup/2010/11/01/trauma-di-masa-kecil-perpendek-usia

