• Home
  • al-Islam
  • Kesehatan
  • Kontak
  • Kuliah Rulam
  • Mau Kirim Karya Tulis?
  • Mail
Alamat Lembaga Pendidikan
  • kb.tk.sd.sltp.slta.pt.kursus. pesantren
 
DIKLAT & PENELITIAN
  • Infodiklat
  • Diklat Online
  • Metodologi Penelitian
  • Materi PTK
  • Proposal PTK
  • Laporan PTK
  • Penelitian Tindakan Sekolah
  • Materi Pengelolaan Kelas
  • Bimbingan Belajar
  • Kursus
KARYA TULIS
  • Cara Kirim Karya Tulis
  • Bacaan Anak Indonesia
  • Karya Siswa & Guru
  • Karya Mahasiswa & Dosen
  • Skripsi
  • Tesis
  • Disertasi
  • Cerita Pendek
  • Cerita Bersambung
  • Puisi
  • Makalah Akhwal Syahsiah
  • Makalah Administrasi
  • Makalah Bahasa Arab
  • Makalah Bahasa Indonesia
  • Makalah Bahasa Inggris
  • Makalah Bimbingan&Konseling
  • Makalah Biologi
  • Makalah Ekonomi
  • Makalah Farmasi
  • Makalah Filsafat
  • Makalah Fisika
  • Makalah Fisipol
  • Makalah Hadist
  • Makalah Hukum
  • Makalah Kimia
  • Makalah Komunikasi
  • Makalah Kebidanan
  • Makalah Kedokteran
  • Makalah Kesehatan
  • Makalah MIPA
  • Makalah Pendidikan Islam
  • Makalah Pertanian
  • Makalah Pendidikan Nonformal
  • Makalah Profesi Keguruan
  • Makalah Psikologi
  • Makalah Quran
  • Makalah Teknik
  • Makalah Tekn. Pembelajaran
ARSIP DATA
  • Regional
  • Nasional
  • International (English)
  • Beasiswa
  • Video
  • Artikel
  • Direktori Doktor
  • Direktori Guru Besar
  • Dosen dan Matakuliah
  • Dunia Unik
  • Guru dan Matapelajaran
  • Gus Dur
  • Humor
  • Info Pendidikan Jatim
  • Iptek
  • Kajian Islam
  • Kemiskinan/Poverty
  • Lowongan
  • Makam
  • Masalah Pendidikan
  • Masjid
  • Olimpiade/Lomba
  • Opini
  • Pariwisata/Liburan
  • Pemberdayaan
  • Pengumuman
  • Prestasi
  • Seminar/Simposium
  • Wirausaha
INFO PENDIDIKAN JATIM
  • Info Pendidikan Probolinggo
  • Info Pendidikan Madura
  • Info Pendidikan Surabaya
  • Info Pendidikan Batu
  • Info Pendidikan Malang
STATISTIK COUNTER
INFO PENDIDIKAN DAERAH
  • Info Pendidikan Aceh
  • Info Pendidikan Bali
  • Info Pendidikan Bandung
  • Info Pendidikan Bekasi
  • Info Pendidikan Bogor
  • Info Pendidikan Jakarta
  • Info Pendidikan Kalimantan
  • Info Pendidikan NTB
  • Info Pendidikan NTT
  • Info Pendidikan Solo
  • Info Pendidikan Sulawesi
  • Info Pendidikan Sumatera
  • Info Pendidikan Tangerang
  • Info Pendidikan Yogyakarta
  • No. Pokok Sekolah Nasional

Cerpen: Kangen

Diposting oleh rulam Tanggal: 17 August 2010 | Kategori: Karya Mahasiswa & Dosen | 0 views |

[ Senin, 16 Agustus 2010 ]
K.A.N.G.E.N

oleh Ita Q (Pelajar UNAIR)

Kutrima suratmu.. `Tlah kubaca dan aku mengerti

Betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku

SAYUP-sayup suara Ari Lasso saat masih bergabung dengan Dewa 19 mengalun lewat ponsel Naila. Gadis berkulit cokelat dan bermata bundar itu terbangun. Lagu Kangen memang dia pasang sebagai ringtone alarm di ponselnya. Ajaibnya, meski bertempo lambat, lagu itu selalu sukses membangunkan Naila dari tidurnya. Pernah dia mengganti ringtone-nya dengan lagu Blink 182 yang nge-rock, malah nggak bangun. Alhasil, Naila pun telat berangkat ke kampus. Hehe…

Mungkin memang benar, Naila sedang kangen. Ada seseorang nun jauh di sana yang selalu mengisi mimpinya, bermain-main dalam pikirannya, dan selalu dia sebut dalam doanya. Hanya, Naila terus berusaha mengingkari perasaannya. Naila berkilah, dirinya hanya peduli pada sosok tersebut. Apakah dengan selalu mengucap namanya dalam hati, terkesiap ketika mencium aroma mirip parfum yang dia kenakan, dan meneteskan air mata saat membuka foto-fotonya itu namanya “hanya” peduli? Entah… hati Naila yang tahu.

*****

Sudah enam bulan berlalu. Dimaz, orang yang sering mengusik tidur Naila lewat mimpi itu, melanjutkan studi di kota yang berjarak kira-kira 860 km dari tempat tinggal Naila. Sebelumnya, mereka berteman. Mungkin bisa dibilang teman dekat. Awalnya terasa aneh Naila yang pendiam bisa akrab dengan Dimaz yang populer dan punya banyak penggemar. “Kamu itu beda, Nay. Nggak seperti teman-teman cewek lain yang agresif. Kamu bikin aku nyaman.” Perkataan Dimaz yang diucapkan tanpa beban itu sudah sanggup membuat Naila seperti melayang.

Kau tanyakan padaku..

Kapan aku akan kembali lagi..

Ya, Naila terus bertanya-tanya kapan Dimaz kembali. Saat akan berangkat, Dimaz berjanji sering menghubungi Naila. Untuk beberapa waktu, Dimaz memenuhi janjinya. Tapi, sebulan setelahnya, kabar dari Dimaz yang selalu dinanti Naila tak kunjung tiba. Tidak lewat SMS, telepon, ataupun akun jejaring sosial. Meskipun keduanya berteman di situs social network, Naila hanya bisa memantau dari jauh, membaca status-status Dimaz dalam diam. Sesekali Naila mengetik SMS atau menulis comment untuk Dimaz, tapi tak berbalas. “Mungkin Dimaz sedang sibuk dengan sekolahnya. Aku tidak ingin mengganggu,” ucap Naila dalam hati. Entah… apakah positive thinking itu selalu baik…

*****

Semua kata rindumu

Semakin membuatku `tak berdaya

Menahan rasa ingin jumpa

Pada kenyataannya, bukan Dimaz yang tak berdaya. Naila yang merasakan itu. Hmm… lebih tepatnya Naila tidak tahu seperti apa perasaan Dimaz. Dimaz juga tidak pernah mengirim kata-kata rindu. Jadi, terkadang Naila merasa salah dengan perasaannya yang kangen teramat sangat pada Dimaz. Rasionya mengatakan, perasaan kangen itu timbul dari dua sisi yang saling tarik-menarik sehingga memunculkan keinginan untuk bertemu.

*****

Malam ini Naila lagi-lagi terbangun oleh dering alarm ponselnya yang mengalunkan lagu Kangen milik Dewa. Pukul 01.45 dini hari. Tiba-tiba rasa kangennya muncul lagi. Sebenarnya Naila tak perlu merasa kaget. Sebab, toh itu memang terjadi setiap hari. Setiap malam, pagi, siang. Tapi, malam ini perasaan itu muncul begitu kuat. Membuat detak jantungnya bergetar lebih cepat, beberapa bulir keringat dingin muncul di dahinya, seperti habis ujian lari di sekolah.

Setelah salat Tahajud, Naila merasa lebih tenang. Dia menyalakan komputer dan membuka akun instant message miliknya. Melihat ada siapa saja temannya yang masih online pagi buta begini. Sebuah pesan singkat muncul. Degg! Darahnya seperti mengalir cepat ke ubun-ubun. Itu dari Dimaz.

“Hai. Kok masih bangun Nay?”

“Halo. Iya, barusan kebangun. Kamu apa kabar?” tanya Naila hati-hati.

“Baik. Hehe. Kamu nanti ada kuliah pagi nggak?” balas Dimaz.

“Nggak. Kenapa?” Naila mengetik dengan gemetar.

“Kita ketemu di bandara yuuk. Aku nyampe jam 7 pagi,” tulis Dimaz.

“Wah, kamu balik? Oke, aku ke bandara nanti.” Naila mengetik sambil tersenyum.

“Can’t wait to see u,” tutup Dimaz.

Kau tuliskan padaku kata cinta

Yang manis dalam suratmu

Naila tidak bisa berhenti tersenyum. Malam ini, dia mungkin belum mendapatkan kata cinta. Tapi, ucapan Dimaz dalam surat elektronik itu membuatnya yakin bahwa doa-doanya didengar Tuhan. Naila terlalu bahagia untuk meminta lebih. Tidak untuk saat ini. Naila tak sabar menunggu pukul 7 pagi. ***

Penulis adalah Pelajar Unair

.

Sumber: http://www.jawapos.co.id/deteksi/index.php?act=showpage&kat=9&subkat=36

Digg this post Bookmark to delicious Stumble the post Add to your technorati favourite Subscribes to this post
« Pemerintah Sulsel Beri Beasiswa Seratus Pejabat untuk Kuliah di Jepang
Menlu Smith Ikut Buka Puasa »
Copyright © 2011. infodiknas.com. Kontak info Rulam Ahmadi - rulamahmadi@infodiknas.com - 081333052032 - 03417699996 (flexi)-
Themes Designed by: Elegant WP Themes | Supplied by Web Hosting | ReEdit for Infodiknas.com by Tricks-Collections.Com