Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya orang takut mengungkapkan gagasannya yang berbeda dengan orang lain. Mereka berangggapan bahwa pendapat mayoritas adalah benar akhirnya memilih untuk menjadi makmum saja. Padahal tidak menutup kemungkinan pendapat yang berbeda itu lebih benar dari yang mayoritas. Mengapa kita takut berbeda dengan sesama ideologi?. Selama dalam suatu kelompok atau suatu organisasi mempunyai pendapat yang sama, maka kelompok atau organisasi itu pun akan menjadi statis. Gejala ini akan menghambat dinamika.
Bagi mereka yang mau berpikir dan pikirannya berbeda dengan lingkungannya tidak perlu berkecil hati atau takut mengungkapkan isi hati dan pikiran tersebut. Ingat dunia maju karena orang tidak normal. Tahukah anda sahabat?, bahwa Einsten itu anak bodoh dan tidak normal pada waktu sekolah. Ketidaknormalannya seperti teori relativitas yang ia temukan. Dia mengatakan di dunia ini hanya ada dua belas orang yang memahami teori relativitasnya, meskipun lebih dari sembilan ratus buku telah ditulis untuk mencoba menerangkanya.
Marconi adalah orang yang mengubah dunia ini menjadi dekat. Sekarang ini kita dapat mengirimkan berita keliling dunia hanya butuh beberapa detik. Marconilah yang berjasa sehingga kita dapat mendengarkan berita dari BBC atau suara Amerika atau suara Pro-M EL. Untuk meyakinkan penemuanya, ia telah menyeberangi samudera Atlantik 87 kali. Normalkah dia?
Ovrille dan Wright, dua bersaudara yang memungkinkan anda terbang melihat angkasa di atas langit ke tujuh seperti Gatutkaca, Raja Pringgondani. Merekalah yang merintis manusia bisa terbang, meskipun mereka tidak pernah menamatkan pendidikan sekolah menegah. Karena penasaran mereka mencoba, mencoba dan mencoba akhirnya mereka dapat terbang tanggal 17 Desember 1903. tanggal itu dicatat dalam tambo sejarah sebagai penerbangan pertama. Untuk itu semua, Ovrille harus menderita patah tulang belakangnya, dan ia lebih mencintai pesawat terbang dari pada wanita.
Colombus, si penemu benua Amerika adalah contoh orang yang melawan pandapat umum. Ketika bersekolah, Colombus pernah membaca buku karangan Pythagoras yang menyatakan dunia itu bulat. Dasar pelaut dan petualang, ia mau berlayar ke Hindia dengan jalan pintas ke arah barat. Kalau mumi bulat, berarti untuk ke Hindia tidak perlu ke timur melalui ujung selatan Afrika. Para guru besar dan cendikiawan dari universitas di Spanyol menertawakan gagasan sinting dan bodoh itu. Para cendikiawan mengingatkan dunia tidak bulat tetapi gepeng. Kalau ke barat terus akan jatuh ke jurang yang curam sekali dan hilang. Memang bodoh, konyol dan tidak normal menurut mereka yang normal pada waktu itu.
Mahatma Gandhi, orang kecil, tetapi namanya termahsyur seantero jagad raya termasuk di antara orang-oranng tidak normal. Coba sahabat bayangkan, ia sarjana hukum lulusan universitas London, pernah menjadi pengacara di London, Afrika, dan Bombay tetapi akhirnya segala kemewahan itu ia tinggalkan. Ia tidur di balai-balai, berpuasa hampir mati untuk mengusir penjajah Inggris dengan jalan tanpa kekerasan. Orang tidak normal ini sangat miskin, kekayaannya bila dilelang tak lebih dari 50 rupiah. Akan tetapi dia adalah raksasa dan penguasa dunia melebihi milioner siapa pun di dunia ini. Pengaruh revolusi rohaninya bergema dan banyak ditiru pemimpin dunia sampai saat ini.
Sahabat, orang-orang tidak normal di atas dapat menggoncangkan dunia dimulai dengan menggoncangkan dirinya sendiri. Bagi mereka yang mau berpikir tirulah motto William James “Penemuan terbesar dalam generasi umat manusia sekarang ini adalah bahwa manusia itu dapat mengubah cara hidupnya dengan cara mengubah jalan pikirannya”. Bukankah hari esok ditentukan hari ini?. Hari ini tergantung kita yang mau berkreasi dan berekspresi. Kita dapat berpikir dan berbuat dengan hati, meskipun lingkungan anda membenci dan mencaci. Sekali lagi jangan pernah takut mengungkapkan pendapat. Rasullulah SAW dianggap sebagai orang tidak normal oleh musuhnya karena menyampaikan ajaran yang tidak nyata bagi mereka. Tetapi akhirnya umat Muhammadlah yang terbesar sepanjang sejarah para nabi dan ajarannya pula yang membawa pencerahan bagi kemashlahatan umat di dunia dan akhirat.
*diadaptasi dari buku 100 tokoh dunia
Kontributor:
Firman Parlindungan
FKIP/Bahasa Inggris
FKIP – UNISMA MALANG

