• Home
  • Animasi/Galeri
  • Buku
  • Gus Dur
  • Humor
  • Kesehatan
  • Kontak
  • Musik
  • Pembelajaran
  • Pemberdayaan
  • Pengajian
  • Ramadhan
  • Rulam Ahmadi
  • Mail
Direktori Lembaga Pendidikan
  • kb.tk.sd.sltp.slta.pt.kursus. pesantren
 
Diklat/Seminar
  • Cara Mengikuti Diklat
  • Teori PTK
  • Proposal PTK
  • Laporan PTK
  • Pengelolaan Kelas
Karya Tulis
  • Cara Kirim Karya Tulis
  • Karya Tulis Dosen
  • Karya Tulis Guru
  • Karya Tulis Siswa
  • Karya Tulis Mahasiswa
  • Skripsi
  • Tesis
  • Disertasi
  • Cerita Bersambung
Varia-Info
  • International (English)
  • Nasional
  • Regional
  • Artikel
  • Iklan
  • Pengumuman
  • Beasiswa
  • Video
  • Prestasi
  • Dosen dan Matakuliah
  • Unik
  • Iptek
  • Buku Baru
Iklan
  • Bank.Koperasi.Hotel.Travel
  • Wisata.Restoran.Kuliner.
  • Properti.Mebeler.Komp&Laptop
  • Busana.Perhiasan.Kecantikan
  • Otomotif.Elektronik.Handphone
Statistik Counter
Anda Pengunjung ke:
778147
Mitra
  • beritaantara.com (dijual)
  • beritadunia.net (dijual)
  • Cyber Learning 1
  • Cyber Learning 2
  • Dikmenum
  • DIKNAS
  • DP2M DIKTI
  • FKIP UNISMA
  • Fun Teaching
  • Happy in School
  • IklanGlobal
  • Lesson Study 1
  • Lesson Study 2
  • The World Bank
  • UNESCO
  • University Online

BOCAH YANG BELAJAR DARI KEHIDUPAN

Diposting oleh rulam Tanggal: 9 July 2009 | Kategori: Karya Tulis Mahasiswa | dilihat 236 Kali |

Dian damayanti lubis

jauh tertinggal ,tenggelam dan terhampar disana
Raut wajah mungil, kosong dan hampa
Menanti induk di ujung jalan setiap malam
Tak kunjung tiba hati merana
Terpejam mata terhanyut lara
Tenggelam dalam mimpi sesaat
Terjaga raga tak berujud
Hanya senyum tipis penghantar hidup
Tapi dengan setitik harapan
Menantang buana kemudian

Mentari terbit di ufuk timur
Sembari tersentak jiwa terpanggil
Terayun langkah untuk sejengkal perut
Untuk pelanjut hidup
Tak pernah teriris hati terpaut
Seorang bocah tiada berinduk
Tetap tegar menantang dunia
Kokoh tiada bergeming

Tak pernah terhiraukan onak yang menusuk
Tak tergubriskan kaki yang tersandung
Tak terhapuskan linang airmata rindu
Kesepian melanda jiwa nestapa
Tapi tetap, tersenyum walau dikulum

Telah terlatih jiwa kesabaran
Menanggung nasib badan seorang
Tak terbiasa tangan terbuka memelas
Usaha terus berkelanjutan

Saat senja telah tiba
Kesepian meradang dalam
Hanyut terbawa di sela impi nan hampa
Walau harap tak pernah tergenggam
Walau semu datang menjelma
Itu adalah sebuah penantian
Tetaplah hadir walau hanya impian

Buah karya: Dian Damayanti Lubis

(Tidak ada identitas)

Sumber:

http://www.puisiku.net/tema-umum/bocah-yang-belajar-dari-kehidupan.htm. Diakses 9 Juli 2009.

Digg this post Bookmark to delicious Stumble the post Add to your technorati favourite Subscribes to this post
« Depdiknas Pertajam Program Kewirausahaan Sekolah Menengah Kejuruan
Ketika Manusia Bertakhta »
Copyright © 2008. infodiknas.com. Kontak info Rulam Ahmadi (rulamahmadi@infodiknas.com)
Themes Designed by: Elegant WP Themes | Supplied by Web Hosting | ReEdit for Infodiknas.com by Tricks-Collections.Com