• Home
  • Animasi/Galeri
  • Buku
  • Galeri
  • Gus Dur
  • I B M A
  • Kontak
  • Kuliah
  • Musik
  • Pemberdayaan
  • Pengajian
  • Mail
Alamat Lembaga Pendidikan
  • kb/tk/sd/sltp/slta/pt/ kursus/pesantren
 
DIKLAT/SEMINAR
  • Teori PTK
  • Proposal PTK
  • Laporan PTK
KARYA TULIS
  • Karya Tulis Dosen
  • Karya Tulis Guru
  • Karya Tulis Siswa
  • Karya Tulis Mahasiswa
ARSIP DATA
  • Berita
  • Artikel
  • Lowongan
  • Infodiklat
  • Sponsor
  • Materi Pengelolaan Kelas
  • Beasiswa
  • Video
SPONSOR
  • Bank, Hotel, Tour/Travel
  • Wisata & Restoran
  • Otomotif & Kartu Perdana
  • Busana & Perhiasan
  • Properti & Elektronik
Statistik Counter
Anda Pengunjung ke:
357106
MITRA
  • B K K B N
  • Buku SD/MI
  • Buku Sekolah Elektronik
  • BUKU SMA/MA
  • BUKU SMK
  • BUKU SMP/MTs
  • D E P A G
  • D I K T I
  • DEPSOS
  • DIKMENUM
  • DIKNAS
  • DP2M DIKTI
  • IklanGlobal
  • Propinsi Jatim
  • SOAL UNAS
  • Space 01 – available
  • Space 02 – available

Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Diposting oleh rulam Tanggal: 16 July 2009 | Kategori: Karya Tulis Mahasiswa | dilihat 1,565 Kali |

Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Budi Santoso

Abstrak: Bahasa Indonesia yang bermutu ialah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan, baik kesalahan kaidah, logika maupun budaya. Dari beberapa skripsi yang dianalisis oleh penulis, ternyata mahasiswa tidak terlepas dari kesalahan kaidah tata bahasa. Untuk itu penulis menganggap perlu melakukan analisis yang berhubungan dengan “Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Skipsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang” dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan dalam penyusunan  kalimat efekif.

Analisis ini mengkaji bagaimanakah bentuk kesalahan berbahasa dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang dalam hal penyusunan kalimat efektif: (1) syarat kelengkapan, (2) syarat kesejajaran, (3) syarat kebernalaran, (4) syarat kecermatan, dan (5) syarat kegramatikalan. Adapun tujuan tujuan khusus penulisan artikel ini untuk mengkaji pemenuhan kelima syarat di atas.

Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini ialah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis analisisnya adalah analisis dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dari segi penyajiannya dan metode isi dari segi analisis. Hasil analisis berupa perian dan perbaikan kesalahan penggunaan kalimat efektif yang telah dianalisis pada bagian pembahasan. Sedangkan Saran yang disampaikan dalam artikel ini meliputi: (1) saran yang berkaitan dengan analisis selanjutnya, (2) saran yang berkaitan dengan mahasiswa, dan (3) saran yang berkaitan dengan  calon guru, guru atau dosen pengajar bahasa Indonesia.

Kata-kata Kunci: kalimat efektif, kelengkapan, kesejajaran, kebernalaran, kecermatan, kegramatikalan

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulis. Artinya bahwa bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kemauan yang murni manusiawi dan tidak instingtif, dengan pertolongan sistem lambang-lambang yang diciptakan dengan sengaja (Prastyoningsih, 2001:22). Penyampaian informasi atau pesan tersebut tentunya dengan menggunakan kalimat. Maka, agar pesan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima oleh penerima hendaknya perlu memperhatikan penyusunan kalimat efektif.

Mahasiswa sebagai orang terpelajar  telah mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk mempelajari penggunaaan kalimat efektif. Hal ini memiliki konskuensi, bahwa  mereka harus mampu menggunakan bahasa baku dalam berbagai kepentingan yang bersifat resmi baik tulis maupun lisan. Dalam hal ini, untuk menghasilkan karya ilmiah yang baik seperti skripsi, mahasiswa perlu menguasai penggunaan kalimat efektif. Hal ini wajar  karena tanpa kalimat yang efektif gagasan dan pikiran yang akan  disampaikan penulis kepada pembaca bisa salah tafsir.

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh (Alwi, 2003:311). Selanjutnya Werdiningsih (2006:77-78) menjelaskan bahwa kalimat adalah serangkaian kata yang tersusun secara bersistem sesuai dengan kaidah yang berlaku untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan yang ralatif lengkap. Kesatuan kalimat dalam bahasa tulis dimulai dari penggunaan huruf kapital pada awal kalimat dan diakhiri dengan pengunaan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya pada akhir kalimat.

Dalam pengertian itu, ciri bersistem dan lengkap sangatlah penting karena kehilangan ciri ini akan menyebabkan rangkaian kata yang tersusun tidak memenuhi syarat sebuah kalimat. Rangkaian kata yang demikian tidak bisa mendukung gagasan, pikiran, atau perasaan yang akan disampaikan oleh penulis kepada orang lain. Dengan demikian, kalimat yang tersusun menjadi tidak efektif.

Beberapa skripsi yang dianalisis penulis, ternyata mahasiswa tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan yang menyangkut penyusunan kalimat efektif  baik syarat kelengkapan, kesejajaran, kebernalaran, kecermatan maupun kegramatikalan. Kesalahan-kesalahan ini dapat menimbulkan gangguan komunikasi. Lebih-lebih bila gagasan tidak terserap oleh pembaca akibat buruknya kalimat-kalimat yang ditulisnya.

Selanjutnya Sumowijiyo dalam Widjayanti (2006:3-4) menjelaskan bahwa menguasai suatu bahasa tentunya akan memahami kalimat-kalimat bahasa tersebut, karena berbahasa itu pada hakekatnya mengucapkan kalimat-kalimat. Kalimat yang diucapkan tadi harus disusun menurut kaidah tata kalimat akan mudah dipahami oleh orang lain sebab kalimat tersebut tersusun secara teratur dan masuk akal.

Di sisi yang lain Samsuri dalam Sumowijoyo (1985:13) mengungkapkan bahwa dalam berbahasa mengucapkan kalimat-kalimat, untuk dapat berbahasa dengan baik, kita harus dapat menyusun kalimat yang baik. Untuk dapat menyusun kalimat yang baik, kita harus menguasai kaidah tata kalimat (sintaksis). Hal ini disebabkan tata kalimat menduduki posisi paling penting dalam ilmu bahasa.

Rumusan Masalah

Penyusunan kalimat efektif perlu dipelajari secara optimal dikalangan mahasiswa selaku orang terpelajar. Sehingga, mereka dapat menggunakan kalimat efektif khususnya dalam penulisan skripsi agar maksud yang akan disampaikan mudah dipahami oleh pembaca.

Kenyataan  di lapangan masih banyak mahasiswa dalam menyusun skripsi tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan yang menyangkut penyusunan kalimat efektif  baik syarat kelengkapan, kesejajaran, kebernalaran, kecermatan maupun kegramatikalan. Kesalahan-kesalahan ini dapat menimbulkan gangguan komunikasi. Lebih-lebih bila gagasan tidak terserap oleh pembaca akibat buruknya kalimat-kalimat yang ditulisnya.

Analisis ini secara umum mengkaji bagaimanakah bentuk kesalahan berbahasa dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang. Sedangkan secara khusus bagaimanakah bentuk kesalahan berbahasa dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang dalam hal penyusunan kalimat efektif: (1) syarat kelengkapan, (2) syarat kesejajaran, (3) syarat kebernalaran, (4) syarat kecermatan, dan (5) syarat kegramatikalan.

Tujuan

Secara umum tujuan analisis ini untuk mengkaji bentuk kesalahan  kalimat dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra  Indonesia Universitas Islam Malang. Sedangkan  tujuan secara khusus dalam penulisan artikel ini antara lain: (1) untuk mengkaji bentuk kesalahan kelengkapan kalimat dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang, (2) untuk mengkaji bentuk kesalahan kesejajaran kalimat dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang, (3) untuk mengkaji bentuk kesalahan kebernalaran kalimat dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang, (4) untuk mengkaji bentuk kesalahan kecermatan kalimat dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang, (5) untuk mengkaji bentuk kesalahan kegramatikalan kalimat dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang.

METODE

Dalam bagian ini dikemukakan berturut-turut tentang: (1) pendekatan dan jenis analisis, (2) objek analisis, (3) instrumen analisis, (4) pengumpulan data, (5) prosedur pengumpulan, dan (6) analisis data.

Pendekatan dan Jenis Analisis

Pendekatan Analisis

Pendekatan merupakan cara mendekati, mengamati, menganalisis, dan menjelaskan suatu fenomena yang berhubungan erat dengan tujuan penelitian (Widjayanti, 2006:28). Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini adalah pendekakatn kualitatif. Pendekatan kualitatif menyarankan bahwa analisis yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan pada fakta yang ada pada skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang.

Jenis Data

Data yang ada pada skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam  Malang merupakan suatu dokumen. Data inilah yang akan dikaji. Dengan demikian, analisis ini berjenis studi dokumen. Studi dokumen ini digunakan untuk mengkaji pemenuhan kalimat efektif dalam skripsi tersebut.

Selain itu, analisis ini mempunyai beberapa karakteristik. Pertama, bersifat deskriptif artinya, analisis ini bermaksud mendeskripsikan bentuk kesalahan-kesalahan penyusunan kalimat efektif pada skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang, dengan tanpa memberikan perlakuan dalam bentuk apa pun pada sumber data. Analisis ini bersifat deskriptif karena analisis terhadap kesalahan-kesalaan peyusunan kalimat efektif pada sumber data.

Kedua, analisis ini bersifat alamiah, maksudnya analisis ini dilakuakan dalam situasi yang alami dan wajar. Di sini penulis hanya mencatat data seperti apakah ada bentuk kesalahan penyusunan kalimat efektif dalam skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indosesia Universitas Islam Malang.

Analisis ini bersifat induktif, artinya analisis ini tidak  bermaksud mengkaji hipotesis yang dirumuskan sebelumnya. Namun, analisis ini dimaksudkan untuk menarik keimpulan dengan berdasarkan data yang diambil dari skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indosesia Universitas Islam Malang.

Objek Alalisis

Objek analisis ini adalah skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam malang. Skripsi yang dijadikan objek analisis antara lain: skripsi mahasiswa Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Hukum.

Instrumen Analisis

Dalam analisis kualitatif penulis bertindak sebagai instrumen utama sekaligus pengumpul data (Petunjuk Penyusunan Skripsi Universitas Islam Malang, 2006). Di sini penulis harus membaca berulang-ulang kalimat yang ada dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang. Jika ditemukan kesalahan penyusunan kalimat efektif (baik syarat kelengkapan, kesejajaran, kebernalaan, kecermaan, dan kegramatikalan) dicatat atau disalin pada kartu catatan.

Pengumpulan Data

Pada bagian ini akan dikemukakan: (1) data dan sumber data analisis, dan (2) teknik pengambilan data.

Data dan Sumber Data Analisis

Data analisis ini adalah penyusunan kalimat-kalimat yang tidak efektif pada skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang. Ketidakefektifan kalimat tersebut tidak adanya syarat kelengkapan, kesejajaran, kebernalaan, kecermaan, dan kegramatikalan.

Selanjutnya dalam analisis ini sumber data berasal dari skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang. Skripsi tersebut diambil dari Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Hukum

Teknik Pengambilan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah teknik membaca berulang-ulang dan pencatatan. Membaca berulang-ulang maksudnya mengamati dan mencatat dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Dalam hal ini kesalahan-kesalahan penggunaan kalimat efekif  pada skipsi mahasiswa Jurusan Non-Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang.

Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumplan data dalam analisis ini dilakukan sepanjang analisis berlangsung dan dilakukan secara terus-menerus atau sistematis dari awal sampai akhir analisis. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca berulang-ulang atau memperhatikan kalimat-kalimat yang ada pada skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang. Jika terdapat kesalahan dalam penyusunan kalimat efektif pada skripsi tersebut, dicatat atau disalin pada kartu catatan. Kemudian dimasukkan atau disalin kembali untuk menjadi pembahasan dalam artikel ini.

Analisis Data

Data yang telah diambil kemudian dilakukan analisis secara sistematis. Data tersebut dicatat atau disalin dalam hal kesalahan  penyususnan kalimat efektif yang ada dalam skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang.

Data kesalahan peyusunan kalimat efektif pada skripsi mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang kemudian ditulis kembali atau disalin pada bagian pembahasan untuk dianalisis. Prosedur analisis tersebut berdasarkan pada rumusan masalah dan tujuan yang telah ditetapkan dalam analisis ini, sebagaimana yang dikemukakan pada bagian pendahuluan. Data-data tersebut akan dipaparkan dan dianalisis secara berurutan. Analisis tersebut meliputi: ketidakadanya syarat kelengkapan, kesejajaran, kebernalaan, kecermaan, dan kegramatikalan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kalimat adalah serangaian kata yang tersusun secara bersistem sesuai dengan kaidah yang berlaku untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan yang relatif lengkap (Werdiningsih, 2006:77-79). Kesatuan kalimat dalam bahasa tulis dimulai dari penggunaan huruf kapital pada awal kalimat dan diakhiri dengan penggunaan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru pada akhir kalimat.

Dalam pengertian ini, ciri bersistem dan lengkap sangatlah penting karena kehilangan kedua ciri itu akan meyebabkan rangkaian kata yang tersusun tidak memenuhi syarat sebuah kalimat. Rangkaian kata yang demikian tidak mendukung  gagasan, pikiran, atau perasaan yang hendak disampaikan oleh penulis kepada orang lain.

Dalam menulis karya ilmiah khususnya skripsi, penulis (mahasiswa) perlu memperhatikan syarat-syarat penulisan kalimat yang efektif. Selanjutnya Werdiningsih (2006:78) mengungkapkan bahwa sebuah kalimat dikatakan efektif jika dapat mendukung fungsinya sebagai alat komunikasi yang efektif. Maksudnya bahwa kalimat tersebut mampu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan gagasan secara jelas sehingga terungkap oleh pembaca sebagaimana yang diinginkan. Dalam bagian ini akan penulis diskripsikan beberapa bentuk kesalahan penyusunan kalimat efektif pada skripsi mahasiswa Jurusan Non-Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang yang meliputi syarat: kelengkapan, kesejajaran, kebernalaran, kecermatan, dan kegramatikalan.

Bentuk Kesalahan Kelangkapan Kalimat dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Kalimat yang efektif harus memiliki unsur-unsur yang lengkap sesuai dengan pola yang dipilih. Werdiningsih (2002) menyarankan agar kelengkapan dapat terpenuhi, subjek kalimat harus ada, predikat harus jelas, objek kalimat harus disertakan jika predikatnya berupa kata kerja transitif, pelengkap juga harus disertakan, jika predikatnya berupa kata kerja yang menghendaki pelengkap, dan pemenggalan tidak dilakukan pada kalimat majemuk dengan tanpa mengubah strutrukturnya.

Busri (2002:42-43) menjelaskan bahwa subjek adalah unsur pokok yang terdapat dalam suatu kalimat disamping unsur predikat. Dengan kata lain subjek merupakan elemen atau unsur kalimat yang menjadi pokok pembicaraan yang dijelaskan predikat. Sedangkan predikat merupakan unsur atau elemen kalimat yang memberikan penjelasan tentang subjek atau menerangkan subjek.

Berikut bentuk-bentuk kesalahan penggunaan syarat kelengkapan pada skripsi Jurusan Non-Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang beserta analisis  dan pembetulan.

1)        Yang dimaksud dengan pendapat kedua adalah adanya kerjasama antara dokter pertama dan dokter kedua (Abdillah, 2005:47/FH).

2)        Dipupuk tanaman semangka dengan menggunakan pupuk NPK (16 : 16 : 16) 0,5 gram, CNO3 0,5 gram perliter dan, urea 1 gram perliter, pemupukan dilakukan setiap 3 hari sekali dalam dosis 15 ml per tanaman (Azkiyak, 2005:11/FMIPA).

Kalimat (1) dianggap tidak lengkap karena tidak ada unsur subjek. Ketidakhadiran subjek disebabkan oleh hadirnya klausal yang. Jika, rapat kedua merupakan bagian yang hendak dijelaskan sebagai subjek, maka penempatan klausal yang pada awal kalimat justru meniadakan fungsinya sebagai subjek. Karena itu, klausal yang harus dihilangkan sehingga kalimat tersebut tersebut memenuhi syarat kelengkapan. Kalimat (2) dikatakan tidak lengkap karena rancu. Kerancuan ini timbul karena unsur predikat mendahului unsur subjek sehingga kalimat tersebut sulit dipahami. Kalau kata tanaman semangka dimaksudkan untuk menduduki fungsi subjek alangkah  lebih baiknya kata tanaman semangka diletakkan di depan sebelum unsur perdikat dalam hal ini dipupuk. Selain itu perlu diingat bahwa penulisan nomor yang kurang dari sepuluh atau kurang dari dua kata hendanya ditulis dengan huruf, misalnya angka 3 hendaknya ditulis tiga dan seterusnya. Dengan demikian, kalimat-kalimat di atas dapat diubah sebagai berikut.

1)        Pendapat kedua adalah adanya kerjasama antara dokter pertama dan dokter kedua.

2)        Tanaman semangka dipupuk dengan menggunakan pupuk NPK (16 : 16 : 16) 0,5 gram, CNO3 0,5 gram perliter dan, urea satu gram perliter, pemupukan dilakukan setiap tiga hari sekali dalam dosis 15 ml pertanaman.

Bentuk Kesalahan Kesejajaran Kalimat dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Kalimat efektif harus menampilkan kesejajaran antara gagasan yang diungkapkan dengan bentuk bahasa yang digunakan. Syarat ini penting untuk memperoleh pengungkapan gagasan yang sistematis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Perhatikan contoh kesalahan kalimat-kalimat berikut.

1)        Dalam pembiayaan Murabahah, PPS FE Unisma akan bertindak selaku perantara dalam memperoleh barang dan mendapat komisi dari translaksi tersebut (Karsim, 2006:56/FE).

2)        Dari penelitian tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perbuatan dokter itu melawan hukum apabila: (1) Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku, (2) Melanggar hak subyektif orang lain, (3) Melanggar kaidah tata susila, (4) Bertentangan dengan asas kepatuhan, ketelitian serta sikap hati-hati yang seharusnya dimiliki seseorang dalam pergaulan dengan sesama warga masyarakat atau terhadap benda orang lain (Abdillah, 2005:63/FH).

Kalimat (1) tidak memperhatikan syarat kesejajaran. Karena itu, perlu diubah menjadi kalimat yang efektif. Ketidaksejajaran kalimat tersebut terletak pada ketidaksamaan unsur-unsur rinciannya, yakni bentuk pe-an pada unsur pertama dan bentuk me- pada bentuk kedua serta bentuk me- pada unsur ketiga. Selain itu kalimat tersebut juga tidak memperhatikan syarat kelengkapan dengan ketidakhadiran subjek.

Ketidaksejajaran kalimat (2) terletak pada ketidaksamaan bentuk unsur-unsur rinciannya, yakni bentuk ber- pada unsur rincian pertama, bentuk me- pada unsur rincian kedua dan ketiga, serta bentuk ber- pada unsur rincian keempat. Agar sejajar kalimat tersebut  perlu diselaraskan,  yaitu bisa dengan menggunakan unsur me- secara keseluruhan. Selain itu dalam kalimat (2) juga banyak kesalahan dalam penilisan ejaan. Misalnya, (1) setelah tanda petik dua (:), yakni huruf pertama pada awal kata  seharusnya mengguanakan huruf kecil karena masih lanjutan dari kalimat sebelumya, (2) kesalahan dalam menulis ejaan subyektif dan asas, yang seharusnya  subjektif dan azaz (bisa dilihat dalam kamus besar bahasa Indonesia). Dengan demikian, kalimat-kalimat di atas dapat diubah sebagai berikut.

1)        Pembiayaan Murabahah, PPS FE Unisma akan bertindak selaku perantara dalam pemerolehan barang dan pendapatan komisi dari translaksi tersebut.

2)        Dari penelitian tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perbuatan dokter itu melawan hukum apabila: (1) menentang  terhadap kewajiban hukum si pelaku, (2) melanggar hak subjektif orang lain, (3) melanggar kaidah tata susila, (4) menentang terhadap azas kepatuhan, ketelitian serta sikap hati-hati yang seharusnya dimiliki seseorang dalam pergaulan dengan sesama warga masyarakat atau terhadap benda orang lain.

Bentuk Kesalahan Kebernalaran Kalimat dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Kalimat efektif harus memenuhi syarat kebernalaran, yakni hubungan yang masuk akal antarbagian yang hendak dihubungkan atau penggunaan kata-kata yang maknanya sesuai dengan gagasan yang hendak disampaikan. Perhatikan contoh kalimat pada skripsi berikut ini!

Sedangkan pada proses pensubliman tenaga listrik pastilah ada sejumlah gangguan-gangguan yang kebanyakan adalah gangguan hubung singkat, sehingga diperlukan suatu pengaman untuk mengatasi adanya gangguan tersebut (Islachudin, 2006:45/FT)

kalimat di atas tidak bernalar. Terdapat kerancuan dalam menyusun subuah kalimat. Dimana sebuah kalimat yang rancu dapat menyesatkan pembaca. Pesan yang terima oleh pembaca, tidak sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan penulis. Dengan demikian, apa yang dikehendaki penulis tidak dapat tersampikan melaui tulisannya. Selain tidak memenuhi syarat kebernalaran kalimat di atas juga tidak memperhatikan syarat kecermatan. Di samping itu dalam penyusunan kalimat tersebut tidak tepat dalam menuliskan serapan asing yaitu “penyubliman” yang seharusnya ditulis “penyubliman” . Serapan asing yang belum ada padananya dalam ejaan bahasa Indonesia hendaknya dicetak miring. Sehingga kalimat di atas dapat diubah sebagai berikut.

Sedangkan dalam proses penyubliman tenaga listrik dapat dipastikan ada sejumlah gangguan. Gangguan-gangguan yang dimaksud adalah hubung singkat, sehingga untuk mengatasinya memerlukan suatu pengamanan.

Bentuk Kesalahan Kecermatan Kalimat dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Syarat kecermatan dalam kalimat efektif adalah penggunaan bagian-bagian yang benar-benar diperlukan, dan sebaliknya tidak menggunakan bagian-bagian yang tidak diperlukan. Caranya adalah dengan menghindari pengulangan subjek, bentuk-bentuk bersinonim atau sama fungsi dan bentuk-bentuk jamak secara berganda. Perhatikan contoh dalam penggunaan kalimat berikut ini!

1)      Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan-kekuranagn yang terpapar dalam skripsi ini, karena kekurangannya dan terbatasnya literatur yang ada pada penulis menyebabkan terwujudnya skripsi jauh dari sempurna (Mariyanto: 2006/FH).

2)      Tetapi dengan pemakaian dan pemeliharaan peralatan yang baik serta penempatan jenis pengaman maupun sistem pengamanannya, maka gangguan-gangguan tersebut dapat berkurang (Islachudin, 2006:2/FT)

3)      Seringkali kita jumpai berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh jamur, namun sedikit sekali pengendalinya dengan secara biologis melainkan banyak yang menggunakan dengan bahan-bahan kimia, sehingga dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan lingkungan. (Waro, 2006/FMIPA)

Ketidakcermatan kalimat (1) tampak pada pengulangan bagian banyak kekurangan-kekurangan di mana kalau mempertahankan kata banyak, maka kata kekurangan dihilangkan salah satu, sedangakan  kalau mempertahankan kata kekurangan-kekurangan, maka kata banyak ditiadakan.  Ketidakcermatan kalimat (2) dan (3) merupakan kesalahan dalam penggunaan kata penghubung. Penggunaan kata penghubung antarkalimat sama halnya dengan kesalahan penggunaan kata penghubung antarbagian kalimat, yaitu penggunaan kedua jenis penghubung itu dikaburkan. Kalimat (2) kata tetapi merupakan kata penghubung antarbagian kalimat bukan kata penghubung kalimat, sedangkan kalimat (3) kata namun merupakan kata penghubung antarkalimat bukan kata penghubung antarbagian kalimat. Selain itu ketidakcermatan kaliamt (3) tampak pada pengulangan bagian banyak bahan-bahan sehingga dalam penggunaannya hanya boleh salah satu saja. Dengan demikian, kalimat-kalimat di atas dapat diubah sebagai berikut.

1)      Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekuranagan yang terdapat dalam skripsi ini. Hal ini terjadi karena kekurangan dan keterbatasan literatur yang ada pada penulis yang menyebabkan  skripsi jauh dari sempurna.

2)      Namun demikian, dengan pemakaian dan pemeliharaan peralatan yang baik serta penempatan jenis pengaman maupun sistem pengamanannya, maka gangguan-gangguan tersebut dapat berkurang.

3)      Seringkali kita jumpai berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh jamur. Namun, sedikit sekali pengendalinya dengan secara biologis melainkan banyak yang menggunakan dengan bahan kimia, sehingga dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan lingkungan.

Bentuk Kesalahan Kegramatikalan Kalimat dalam Skripsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang

Kalimat yang gramatikal adalah kalimat yang mengikuti kaidah tata bahasa yang telah ditetapkan. Kegramatikalan suatu kalimat ditunjukkan oleh kejelasan struktur, ketatabahasaan penggunaan imbuhan, ketepatan penggunaan struktur pasif dan kelengkapan keterangan kalimat (Werdiningsih, 2006:88). Perhatikan contoh dalam penggunaan kalimat berikut ini!

1)        Disamping itu, skripsi yang telah dituangkan oleh penulis ini, dimaksudkan untuk memberikan sumbangan pikiran dalam usaha mengembangkan ilmu pengatahuan, khususnya bidang manajemen keuangan dan dunia pasar modal (Hidayat, 2006:i/FE).

2)        Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mempelajari gangguan-gangguan yang terjadi pada generator dan menganalisa dari akibat yang biasa dan mungkin terjadi untuk menentukan sistem pengamanan yang tepat untuk generator (Islachudin, 2006:4/FT).

3)        Disamping untuk mengkaji ketentuan-ketentuan perbankan yang perlu disesuaikan agar memenuhi ketentuan syari’ah dalam bentuk praktek di lapangan dan penelitian (Karsim, 2006:41-42/FE)

Ketidakgramatikalan kalimat (1) tampak pada penggunaan kata disamping. Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada (Tunas, 2009). Jadi dalam penulisan kata  tersebut yang benar dipisah menjadi di samping. Kesalahan kedua, karena skripsi merupakan bentuk karya ilmiah, maka penulisaan ejaan harus baku, tampak pada kata dituangkan yang seharusnya bisa diubah dengan kata disusun atau ditulis.

Selanjutnya ketidakgramatikalan pada kalimat (2) tampak pada penggunaan serapan asing. Analisis adalah kata benda, berasal dari analysis yang dalam bahasa Indonesia dibakukan menjadi analisis (Jayanto, 2009). Sedangkan analisa adalah kata kerja, dan analisis merupakan sebuah kata benda (Amed, 2007). Sehingga dalam penulisan kata tersebut yang benar adalah analisis.

Selanjutnya ketidakgramatikalan pada kalimat (3) tampak pada penggunaan kata disamping. Penjelasan ini sama dengan kalimat (1) sehingga kata tersebut yang benar ditulis tersipisah yaitu di samping. Selain itu dalam kalimat (3) terjadi kesalahan dalam penulisan kata syari’ah. Di dalam ejaan bahasan Indonesia penggunaan glotal tidak dibenarkan sehingga yang benar adalah syariah. Dengan demikian, kalimat-kalimat di atas dapat diubah sebagai berikut.

1)        Di samping itu, skripsi yang telah disusun oleh penulis ini, dimaksudkan untuk memberikan sumbangan pikiran dalam usaha mengembangkan ilmu pengatahuan, khususnya bidang manajemen keuangan dan dunia pasar modal.

2)        Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mempelajari gangguan-gangguan yang terjadi pada generator dan menganalisis dari akibat yang biasa dan mungkin terjadi untuk menentukan sistem pengamanan yang tepat untuk generator

3)        Di samping untuk mengkaji ketentuan-ketentuan perbankan yang perlu disesuaikan agar memenuhi ketentuan syariah dalam bentuk praktek di lapangan dan penelitian.

PENUTUP

Bagian ini merupakan bagiaan terakhir, yang meliputi simpulan dan saran. Simpulan diambil berdasarkan hasil analisis yang telah di kaji pada bagian pembahasan. Sedangkan saran disampaikan kepada mahasiswa khususnya yang sedang munyusun skripsi dan penulisan karya ilmiah pada umumnya.

Simpulan

Simpulan merupakan ikhtisar dari apa yang telah diuraikan sebelumnya (KBBI, 1990:842). Berdasarkan hasil paparan dan analisis data yang telah dilakukan pada bagian sebelumya yaitu “Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Skipsi Mahasiswa Jurusan Nonbahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang” dan sesuai dengan rumusan masalah serta tujuan yang telah diuraikan pada bagian pendahuluan, maka dari hasil analisis ini dapat disimpulkan:

1)        bentuk kesalahan kelengkapan kalimat dalam skripsi  mahasiswa jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang meliputi ketidaklengkapan kedudukan fungsi kalimat sebagai subjek maupun predikat

2)        bentuk kesalahan kesejajaran kalimat dalam skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang meliputi ketidaksejajaran unsur-unsur rinciannya

3)        bentuk kesalahan kebernalaran kalimat dalam skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang meliputi hubungan yang tidak masuk akal antara bagian yang hendak disampaikan dengan kalimat yang ditulis atau karancuan dalam menyusun sebuah kalimat dengan gagasan yang hendak disampaikan

4)        bentuk kesalahankecermatan kalimat dalam skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang meliputi penggunaan bagian-bagian yang tidak diperlukan dan kesalahan dalam penempatan kata penghubung

5)        bentuk kesalahan kegramatikalan kalimat dalam skripsi jurusan nonbahasa dan sastra Indonesia Universitas Islam Malang yakni tidak mengikuti kaidah tata bahasa yang ditetapkan

Saran

Saran yang disampaikan dalam artikel ini meliputi: (1) saran yang berkaitan dengan analisis selanjutnya, (2) saran yang berkaitan dengan mahasiswa, dan (3) saran yang berkaitan dengan  calon guru, guru atau dosen pengajar bahasa Indonesia.

1)        Hasil analisis ini dapat digunakan oleh peneliti berikutnya sebagai bahan acuan dalam menganalisis kesalahan bahasa dari unsur yang lain.

2)        Hasil analisis ini dapat memberikan masukan kepada mahasiswa baik Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia maupun Jurusan Non-Bahasa dan Sastra Indonesia bahwa bentuk-bentuk kesalahan penggunaan kalimat dan pembetulannya yang telah dipaparkan di atas sebagai pedoman untuk menggunakan ragam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menulis skripsi pada khususnya  maupun karya tulis ilmiah pada umumnya.

3)        Hasil analisis ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi calon guru, guru maupun dosen dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan matapelajaran atau matakuliah keterampilan menulis. Calon guru, guru atau dosen dapat menjelaskan bentuk-bentuk kesalahan penyusunan kalimat efektif yang telah dipaparkan pada bagian pembahasan dan bagaimana cara pembetulannya sehingga penyusunan kalimat yang telah dihasilkan peserta didik menjadi benar.

DARFAR RUJUKAN

Abdillah, Muhammad Nur. 2005. Tanggung Jawab Perdata bagi Dokter yang Melakukan Malpraktek. Malang: FH Unisma (skripsi).

Alwi, Hasan et all. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Amed. 2007. Antara Analis dan Analisa.

http://amed.wordpress.com/2007/01/17/antara-analisis-dan-analisa/ (diakses Sabtu, 18 April 2009).

Busri, Hasan. 2002. Sintaksis Bahasa Indonesia. Malang: FKIP Unisma.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hadi, Firnando Gunawan. 2006. Pengruh Pelayanan Bursa Jual (After Sales Service) Terhadap Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Sepeda Motor Merek Suzuki Smash Di Kota Sumenep. Malang: FE Unisam (Skripsi).

Hidayat, Febrianto. 2006. Analisis Hubungan Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham Perusahaan Go Public di Bursa Efek Jakarta. Malang: FE Unisma.

Islachudin, M. 2006. Studi Pengamatan Generator Terhadap Gangguan Hubung Singkat pada PLTD Di PT. Greges Jaya Surabaya. Malang: FT Unisma (Skripsi).

Jayanto, Adi. 2009. Yang Mana yang Baku, “Analisis” atau “Analisa”?. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080212032539AAyMxey (diakses Sabtu, 18  April 20090.

Karsim. 2006. Analisis Sistem bagi Hasil Sebagai Alternatif Pengganti Bunga pada Pusat Pendanaan Syari’ah (PPS) FE Unisma. Malang: FE Unisma.

Mariyanto, Bambang. Peranan Kepala Desa dalam Menyelesaikan sengketa Pembagian Harta Warisan (Studi Di Desa Solokuro Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan). Malang: FH Unisma (Skripsi).

Prastyaningsih, Luluk Sri Agus. 2001. Ilmu Bahasa (Linguistik). Malang: FKIP Unisma

Mustangin, et all. 2006. Panduan Penulisan Skripsi. Malang: FKIP Unisma.

Samsuri. 1982. Tata Kalimat Bahasa. Jakarta: Sastra Hudaya.

Sumowijoyo, Gatot Susilo. 1985. Bahasa Indonesia Baku, Kumpulan Makalah. Surabaya: Kopma IKIP Surabaya

1989. Bahasa Resmi, Hambatan dan Pemecahannya, dalam Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Nomor 39 Tahun XI. Surabaya: IKIP Surabaya.

2000. Tata Kalimat Bahasa Indonesia. (Naskah Buku).

2000. Pos Jaga Bahasa Indonesia. Surabaya: Unipress Universitas Negeri Suurabaya.

Tunas. 2008. Penulisan Kata Depan, di-, ke-, dan dari.

http://tunas63.wordpress.com/2008/10/26/penulisan-kata-depan-di-ke-dan-dari/ (diakses Sabtu, 18 april 2009).

Waro, Achsanul. 2006. Uji Antoganisme Beberapa Jenis Jamur Mikroskopis Terhadap Jamur Marssonina J.J Davis Penyebab Bercak Daun pada Tanaman Apel. Malang: MIPA Unisma (Skripsi).

Werdiningsih, Dyah. 2002. Menulis I. Malang: FKIP Unisma.

2006. Bahasa Indonesia Ilmiah Bidang Ilmu Agama Islam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Widjajanti, Sri. 2006. Kesalahan dan Penggunaan Kalimat pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Non-Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Madura. Malan: Pascasarjana (Tesis).

Budi Santoso Adalah Mahasiswa Jurusan Pendidkan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unisma

Digg this post Bookmark to delicious Stumble the post Add to your technorati favourite Subscribes to this post
« Pelatihan Guru Kreatif di UNISMA Malang
Pemerolehan Bahasa Anak Usia Tiga Tahun dalam Lingkungan Keluarga »
Copyright © 2008. infodiknas.com. Kontak info Rulam Ahmadi (rulamahmadi@infodiknas.com)
Themes Designed by: Elegant WP Themes | Supplied by Web Hosting | ReEdit for Infodiknas.Com by Tricks-Collections.Com